Saturday, July 30, 2016




URUTAN PELAKSANAAN IBADAH UMRAH


Pengertian Ibadah Umroh secara secara syar’i dan terminologi fiqih, adalah mengunjungi kota Mekkah untuk melakukan ibadah (seperti niat umroh, thawaf dan sa'i) dengan tata cara tertentu. Atau dengan kata lain berkunjung ke Baitullah untuk melakukan ibadah umroh dengan syarat-syarat yang telah disyariatkan.

SYARAT UMRAH

Syarat untuk mengerjakan umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji:
1.     Beragama Islam
2.     Baligh, dan berakal
3.     Merdeka
4.     Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan
5.     Ada mahram (khusus bagi wanita)

RUKUN UMRAH ADALAH :

Meninggalkan rukun, maka umrahnya tidak sempurna dan wajib diulangi
1.     Ihram, berniat untuk memulai umrah
2.     Thawaf
3.     Sai

WAJIB UMRAH ADALAH:

Meninggalkan kewajiban, umrah tetap sah dan kesalahan tersebut (meninggalkan kewajiban) tetapi harus membayar  DAM
1.     Melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat
2.     Bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut

TATA CARA PELAKSANAAN UMRAH :

1.        Mandi Besar (Janabah)
Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihram

2.        Memakai pakaian ihram.
Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan. jika bertepatan dengan waktu shalat wajib, maka shalatlah lalu berihram setelah shalat

3.        Niat umrah
Niat umrah dalam hati, ketika sampai di miqot ( batas daerah tanah suci ) sholat sunah dua rokaat dan mengucapkan Labbaika Allahumma 'umrotan atau Labbaika Allahumma bi'umrotin (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah). Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syarika laka. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

4.        Masuk Masjidil Haram.
Banyak Pintu Masuk Masjidil Haram. Memasuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid: “Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.

5.        Thawaf 
Kemudian, memulai thawaf umrah 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Dan disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.
Disunnahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun tidak dianjurkan mencium rukun Yamani. Dan apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan
Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca,“Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)
Dan seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia suka.
Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke makam Ibrahim sambil membaca, “Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla(Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).
6.        Salat di belakang Maqam Ibrahim
Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim, pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas



7.        Minum Air zam-zam

Setelah shalat disunnahkan minum air zam-zam dan menyirami kepada dengannya. Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya.

8.        Sa'i (Shofa dan Marwah)

Kemudian, menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan, membaca, “Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”  (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158). Lalu mengucapan, Abda'u bima bada'allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya).
 
Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa'dahu wa nasoro 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x.. “yang artinya “Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian”. Kemudian berdoa sesuai apa yang dikehendaki
Sa'i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah. Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang berada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki, lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya

9.        Bertahallul 

Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita. Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.
Lebih afdhol, cukur semua. (Biasanya, saat sampai di Marwa pada putaran terakhir, cukur sebagian dulu tanda selesai umroh. Pada saat keluar masjid, ketemu tukang cukur, baru cukur semua).

10.    Alhamdulillah. Selesai


TEMPAT MIQAT

Kita boleh melakukan umroh untuk orang yang sudah meninggal.

Bila berada di Madina. Tempat miqat (tempat mulai niat umroh Haji untuk berpakaian ihram) di Bir Ali.

Bila sudah berada di Makkah, maka salah satu tempat miqatnya bisa di Tan'im. Jadi ke Tan'im dulu untuk niat ihram, baru ke Masjidil Haram untuk thawaf, dan seterusnya seperti di atas.


1 comment:

  1. Informasi yang sangat menarik sekali Semoga dengan tulisan ini bisa menginspirasi dan memberikan informasi yang terbaik buat teman teman pembaca, salam kenal dari kami
    Buat yang sedang mencari Biro Umroh Solo yang amanah dan terpercaya bisa kontak kami, atau sedang mencari Paket Umroh Solo Semptember 2019 atau bahkan untuk
    Paket Umroh Solo Oktober 2019 dan juga untuk
    Paket Umroh Solo November 2019 kami juga sudah merencanakan untuk anda Terima Kasih

    ReplyDelete

Followers

Popular Posts

Copyright © 2013. HAJI DAN UMRAH - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger